Senin, 16 Maret 2015

Menunggu Tiada Pasti


Menunggu Tiada Pasti
Karya : Eli Jaya

Senja mulai cemas
menangis ketakutan saat mentari belalu
putih terang wajah purnama
hanya tampak memanggil dan tertunduk
tak sanggup untuk menatap

Langit kelabu selalu temani awan berlalu
hendak ternoda berlinangan abu
hanya menunggu kapan bertebaran
di terpa angin menjelang petang

Gemetar tiada henti
menunggu-nunggu kepastian menghampiri
entah sampai kapan letih menunggu
bila tak sampai akan luruh
hingga sekarat terus menuai rapuh
meraung-raung sampai mentari kembali

Sujud Raksasa ( 10 Tahun Tsunami Aceh )


Sujud Raksasa ( 10 Tahun Tsunami Aceh )

By Mirwan Ilham Lz Padang 27 Desember 2014, 14:34


Usap-usap tangis tak terasa lagi, mulai menghilang..
10 tahun berlalu telah bersaksi dan menepi
tak terpatri lagi bak gemuruh di pagi itu
melenyap dan memapakan ribuan murni-murni embun tak bertahta..

Gemuruh di pagi itu menghujat selaksa gempita
terbangkan puing-puing mengakahlokan Seuramoe Nanggroe
Hilang.... Runtuh..... Hancur berkeping tak nyata
yang tersisa hanya tangis-tangis tak ber irama

Kini tak terasa dia telah jauh pergi hilang dari pelupuk mata ini
sesak semakin bertepi terus berantai merangkai harmoni
semua seksa telah tertindih dengan tawa ceria
senyum manis di bumi serambi kini bersimphoni

Awan gelinggang menjadi saksi, Acehku kini telah bangkit
tak ada sedih, tinggal mentari
sudut-sudut kota telah tertawa dengan kepulasan
dedaunan hijau menemani burung-burung menari manja

Sudut punah tersusun berdekorasi kota muda
tak ada meniran yang terteguk lagi, nyaman dan berintonasi
gerobak patah tersulap jadi kafetaria penuh penghuni
Nanggroe loen sayang telah berjaya lagi

Allah jadikan bencana ini selang ujian
dibalik tangis pasti ada keramahan yang menyapa
karena Allah adalah payung...
payung bagi manusia yang bersyukur.
Jadikan ini jembatan berlian, jadikan ini cerahan pemula
kita bangkit dan terus melangkah untuk Aceh tercinta
kedamaian menunggu di ujung senandung gelora
bainah telah tertanam terpupuk dengan sujud raksasa

Dara Aceh


Dara Aceh

Karya : Mirwan ILham



Tak seindah masa dulu
Saat kita bersama
Bercanda, berbagi rasa
Senyum dan menyapa

Jauh kini kau ku tinggalkan
Bersama bayangan harap
Sejuta harap ku semaikan
Untuk diri mu si dara Aceh

Dengan mu aku bahagia
Senyum mu elok merona
Menghiasi hari sedih ku
Luka tak pernah terasa

Cinta mu suci bergemulai
Bibir nan lembut
Buat aku rindu bertemu
Bercerita dan berbagi rasa

Si dara Aceh wanita idaman
Tak ada yang mampu tandingi kamu
Kamu mulia terhormat
Sikap mu melantunkan kemenangan

Jangan kamu redup di larut malam
Tetap lah bercahaya
Walau kini kita jauh dari mereka
Jadi lah kamu banggaan keluarga

Sabit pasti bertemu purnama
Kita juga akan bertemu mereka
Jodoh tak harus kau kejar
Mereka juga yang menghampiri

Jangan lena dengan dunia
Atau syurga akan menjauh
Jaga lah tubuh mu dari sentuhan nya
Sentuhan kumbang durjana

IMPIAN


IMPIAN
Karya : Eli Jaya

Sekarang terasa mimpi bagaikan teman yang selalu menemani kesendirian
Mengiringi sang waktu dan terus mengulang kembali ingatan yang telah tersimpan
Keraguan datang dan pergi bagaikan angin yang berhembus menerpa lembut gugurnya dedaunan
Sehingga membuat sekitar taman menjadi indah dengan di hiasi hijaunya rerumputan
Impian yang telah ditanamkan sejak diri masih terjatuh dan lemah
Meyakinkan hati tuk mengikhlaskan jiwa dan raga
Memulai melangkah dan terus melangkah menuju kedepan
Sehingga keyakinan menambahkan kekuatan untuk memulai kehidupan

Waktu terus berjalan hingga tak dapat dihentikan
Masa demi masa telah terlewatkan
Terus berlari mengejar mimpi dan mengalahkan sang penghalang
Hingga akhirnya segala impian kan dicapai dengan keteguhan hati menyongsong Matahari.

BINTANG


BINTANG
Karya : Eli Jaya



Bintang mengapa kau hanya tampak bersamaan
dengan sang rembulan
Mengapa kau tak muncul bersama sang mentari
bersanding indah dengannya
menemaninya dan melewati hari-hari indah dengannya
Bulan mengapa kau hanya setia menemani sang rembulan
kedipan indah dan pesona sinarmu tak henti-hentinya kau pancarkan
menambah daya tarik sang rembulan
untuk selalu berpacu dan berdampingan dengan mu
seperti cahaya kilat
tapi mengapa sang purnama masih bisa tergoda akan keindahanmu